Tak Kenal Bangsa Sendiri
Sebelumnya izinkan saya memberi tabik
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Shalom
Om swasiastu
Namo buddhayo
Salam kebajikan, dan ;
Salam sejahtera bagi kita semua...
Pepatah mengatakan 'tak kenal' maka 'tak sayang', Tak kenal bangsa sendiri maka tak sayang akan nilai-nilai yang ada pada bangsanya, acuh pada sejarahnya dan tak mau tahu akan masa depan bangsanya merupakan ancaman laten yang lebih berbahaya daripada Agresi kemiliteran. Tak kenal bangsa sendiri merupakan dakwaan berat yang ditudingkan pada manusia yang terus memuja-muja bangsa lain, bangsa yang maju, bangsa eropa, lupa darimana ia berasal. Dengan pandangan buta terhadap kondisi bangsanya sendiri, orang itu terlelap dengan ketidak peduliannya terhadap masa depan bangsanya.
Dulu, saat bangsa ini dijajah 350 tahun lamanya oleh belanda, tidak ada pribumi yang berani berontak sejak abad 19, mereka sudah takut akan perang dan sudah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, pribumi akan kalah oleh orang kulit putih, bambu runcing dan golok sudah terjatuh dari genggaman sebelum mengenai kepala si rambut pirang. Pemberontakan pribumi saat itu hanya membawa nestapa bagi bangsa sendiri, mengeluarkan banyak dana untuk mempersiapkan perang dan ganti rugi perang. Semua bangsa kita ini yang menanggung, entah berapa banyak jiwa pribumi yang dari lahir sampai matinya berada dalam kurun 350 tahun itu, dalam masa jajahan belanda hidup sampai mati seperti ia sengaja diciptakan untuk mengabdikan diri pada Natherland.
Tiga setengah abad berlalu ketika kekuatan belanda sudah melemah, Bangsa Jepang hadir dengan wibawanya berada sederajat ras kulit putih, berlagak seperti penolong pribumi dari naungan Belanda, sungguh malang bangsaku dulu. Sesudah dijajah bangsa belanda malah jatuh pada penjajah yang tak beradab, yang meninggalkan kesengsaraan lebih banyak daripada 350 tahun yang dilewati bersama Belanda. 3,5 tahun yang sangat payah sekali, tak ada peninggalan peradaban yang lebih berarti daripada kenestapaan pribumi. Kasihan kakek nenek buyutku, ia hanya petani kecil yang meninggalkan lahannya untuk romusha, kerja paksa! Letih tanpa upah!
Bangsa ini terlalu banyak bersusah payah untuk kepentingan bangsa lain. dijajah, dijarah, diperas, diperbudak entah berapa banyak kata untuk menggambarkan aniaya terhadap penjajahan diatas bumi nusantara ini, lebih dari 5 bangsa telah menjajah kepulauan nusantara ini, merapas kebebasan, bersinggah hanya untuk memeras habis sumber daya, tidak kecuali bangsa barat, eropa maupun asia juga.
Sudah cukup cerita naas ini, sejarah tak bisa diubah, tak bisa diukir ulang dengan alat apapun! Semua sudah terjadi, bagaimanapun jangan mau dibuat lupa akan sejarah bangsa sendiri! Ini nilai penting yang sudah diperjuangkan orang-orang dulu, yang sudah berada dibawah tanah maupun yang masih bernyawa dan berusia. Kita adalah generasinya yang berganti rupa dan tubuh, tapi jangan sampai semangat nasionalisme berhenti meregenerasi diri, kita harus tahu bangsa sendiri! Angkat tangan dan katakan 'Aku cinta Bangsa ini, karena aku mengenalnya!'.
Dulu, saat bangsa ini dijajah 350 tahun lamanya oleh belanda, tidak ada pribumi yang berani berontak sejak abad 19, mereka sudah takut akan perang dan sudah tahu apa yang akan terjadi setelahnya, pribumi akan kalah oleh orang kulit putih, bambu runcing dan golok sudah terjatuh dari genggaman sebelum mengenai kepala si rambut pirang. Pemberontakan pribumi saat itu hanya membawa nestapa bagi bangsa sendiri, mengeluarkan banyak dana untuk mempersiapkan perang dan ganti rugi perang. Semua bangsa kita ini yang menanggung, entah berapa banyak jiwa pribumi yang dari lahir sampai matinya berada dalam kurun 350 tahun itu, dalam masa jajahan belanda hidup sampai mati seperti ia sengaja diciptakan untuk mengabdikan diri pada Natherland.
Tiga setengah abad berlalu ketika kekuatan belanda sudah melemah, Bangsa Jepang hadir dengan wibawanya berada sederajat ras kulit putih, berlagak seperti penolong pribumi dari naungan Belanda, sungguh malang bangsaku dulu. Sesudah dijajah bangsa belanda malah jatuh pada penjajah yang tak beradab, yang meninggalkan kesengsaraan lebih banyak daripada 350 tahun yang dilewati bersama Belanda. 3,5 tahun yang sangat payah sekali, tak ada peninggalan peradaban yang lebih berarti daripada kenestapaan pribumi. Kasihan kakek nenek buyutku, ia hanya petani kecil yang meninggalkan lahannya untuk romusha, kerja paksa! Letih tanpa upah!
Bangsa ini terlalu banyak bersusah payah untuk kepentingan bangsa lain. dijajah, dijarah, diperas, diperbudak entah berapa banyak kata untuk menggambarkan aniaya terhadap penjajahan diatas bumi nusantara ini, lebih dari 5 bangsa telah menjajah kepulauan nusantara ini, merapas kebebasan, bersinggah hanya untuk memeras habis sumber daya, tidak kecuali bangsa barat, eropa maupun asia juga.
Sudah cukup cerita naas ini, sejarah tak bisa diubah, tak bisa diukir ulang dengan alat apapun! Semua sudah terjadi, bagaimanapun jangan mau dibuat lupa akan sejarah bangsa sendiri! Ini nilai penting yang sudah diperjuangkan orang-orang dulu, yang sudah berada dibawah tanah maupun yang masih bernyawa dan berusia. Kita adalah generasinya yang berganti rupa dan tubuh, tapi jangan sampai semangat nasionalisme berhenti meregenerasi diri, kita harus tahu bangsa sendiri! Angkat tangan dan katakan 'Aku cinta Bangsa ini, karena aku mengenalnya!'.
Regards
Sabili Ibrahim
Komentar
Posting Komentar